Jelang Ramadhan 1447 H, Gubernur NTB Minta Forkopimda Siaga

Jelang Ramadhan 1447 H, Gubernur NTB Minta Forkopimda Siaga – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan keamanan menjelang serta selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Gubernur NTB mengimbau seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memberikan perhatian khusus terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipatif guna memastikan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman.

Ramadhan merupakan momentum penting bagi masyarakat NTB yang mayoritas beragama Islam. Aktivitas keagamaan seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga kegiatan sosial dan ekonomi seperti pasar takjil serta bazar Ramadhan mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini tentu membutuhkan pengawasan dan pengamanan ekstra agar tidak terjadi gangguan yang dapat meresahkan masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur NTB menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta unsur terkait lainnya. Koordinasi yang solid diharapkan mampu meminimalisasi potensi gangguan keamanan, mulai dari kemacetan lalu lintas, tindak kriminalitas, hingga potensi konflik sosial yang mungkin muncul akibat meningkatnya aktivitas masyarakat.

Sinergi Forkopimda dalam Menjaga Stabilitas Daerah

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) merupakan wadah koordinasi antara unsur pimpinan daerah, seperti kepala daerah, kepolisian, TNI, kejaksaan, dan instansi vertikal lainnya. Di NTB, peran Forkopimda sangat krusial dalam menjaga stabilitas daerah, terlebih pada momen besar seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

Gubernur NTB meminta seluruh unsur Forkopimda untuk meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam-jam rawan seperti menjelang sahur dan setelah salat tarawih. Selain itu, pengamanan di pusat-pusat keramaian seperti masjid besar, pusat perbelanjaan, terminal, dan lokasi pasar takjil juga harus diperkuat.

Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya tindak kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor, penipuan, maupun aksi premanisme. Dengan kehadiran aparat di lapangan, masyarakat akan merasa lebih aman dan terlindungi.

Tidak hanya itu, pengawasan distribusi bahan pokok juga menjadi perhatian. Biasanya, menjelang dan selama Ramadhan, permintaan kebutuhan pokok meningkat. Pemerintah daerah bersama aparat terkait perlu memastikan ketersediaan stok dan mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Meskipun NTB dikenal sebagai daerah dengan tingkat religiusitas yang tinggi, potensi gesekan sosial tetap harus diantisipasi. Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan dialog dengan tokoh agama serta tokoh masyarakat perlu terus dilakukan.

Selain aspek keamanan, Forkopimda juga diimbau untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal selama bulan Ramadhan. Penyesuaian jam kerja aparatur sipil negara (ASN) harus tetap memperhatikan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Antisipasi Lonjakan Aktivitas dan Arus Mudik

Memasuki pertengahan hingga akhir Ramadhan, aktivitas masyarakat biasanya semakin meningkat. Tradisi mudik menjelang Idul Fitri berpotensi menimbulkan lonjakan arus lalu lintas di berbagai titik. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mengatur kelancaran transportasi dan meminimalisasi risiko kecelakaan.

Pemerintah daerah bersama kepolisian dan dinas perhubungan perlu menyiapkan posko pengamanan dan pelayanan terpadu di titik-titik strategis. Posko tersebut tidak hanya berfungsi untuk pengamanan, tetapi juga sebagai pusat informasi dan layanan kesehatan bagi pemudik.

Selain arus mudik, kegiatan keagamaan berskala besar seperti tabligh akbar dan peringatan Nuzulul Qur’an juga memerlukan perhatian khusus. Pengaturan kapasitas tempat, rekayasa lalu lintas, serta kesiapan tim medis harus dipastikan sejak awal.

Gubernur NTB menekankan bahwa pendekatan humanis harus dikedepankan dalam setiap pengamanan. Aparat diharapkan tidak hanya menjalankan tugas secara tegas, tetapi juga tetap mengedepankan sikap ramah dan komunikatif kepada masyarakat.

Di sisi lain, kewaspadaan terhadap potensi bencana alam juga perlu diperhatikan. Mengingat NTB merupakan wilayah yang rawan gempa dan cuaca ekstrem, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi penting. Kesiapsiagaan ini bertujuan agar jika terjadi situasi darurat, respons dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Upaya pengamanan Ramadhan juga harus didukung dengan partisipasi aktif masyarakat. Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing. Kesadaran kolektif menjadi kunci terciptanya suasana Ramadhan yang kondusif.

Peran Edukasi dan Pengawasan Digital

Di era digital saat ini, penyebaran informasi yang cepat melalui media sosial juga menjadi perhatian. Hoaks atau informasi provokatif berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pengawasan dan literasi digital perlu ditingkatkan.

Forkopimda diharapkan bekerja sama dengan dinas komunikasi dan informatika untuk memantau peredaran informasi yang berpotensi mengganggu stabilitas. Edukasi kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial juga perlu digencarkan.

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas ekonomi digital selama Ramadhan, seperti penjualan daring dan promosi besar-besaran, perlu dilakukan untuk melindungi konsumen dari praktik penipuan. Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, potensi gangguan dapat diminimalisasi.

Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk menjadikan Ramadhan 1447 H sebagai momentum memperkuat persatuan dan solidaritas sosial. Berbagai program sosial dan keagamaan direncanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

Kesimpulan

Imbauan Gubernur NTB kepada Forkopimda untuk fokus mengamankan Ramadhan 1447 H merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas daerah. Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan suci, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana yang aman dan kondusif.

Penguatan patroli, pengawasan distribusi bahan pokok, pengamanan pusat keramaian, hingga literasi digital merupakan bagian dari upaya komprehensif yang perlu dijalankan secara terkoordinasi. Melalui kerja sama yang solid dan pendekatan humanis, diharapkan Ramadhan di NTB dapat berlangsung dengan penuh ketenangan, kekhusyukan, dan kebersamaan.

Scroll to Top